BULUNGAN – Tren penurunan angka stunting di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, tak boleh membuat pemerintah dan masyarakat lengah. Pemenuhan gizi anak dan pendampingan keluarga harus terus diperkuat agar upaya menekan stunting tidak terhenti di tengah jalan.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, potensi stunting masih ada sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan. Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi anak.
“Tingginya potensi stunting itu dan tentu harus ada ikhtiar serta upaya kita memberikan pemahaman terkait pola hidup sehat, termasuk kecukupan asupan gizi bagi putra-putri kita,” ujar Syarwani, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, pencegahan stunting perlu dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode tersebut, pemenuhan nutrisi dan pendampingan keluarga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak.
Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong sejumlah intervensi, mulai dari edukasi gizi, pendampingan ibu hamil, hingga pemenuhan gizi seimbang. Salah satu sumber protein yang turut didorong adalah telur karena relatif mudah dijangkau masyarakat.
Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulungan bersama dunia usaha juga menyalurkan bantuan telur kepada anak-anak yang terindikasi stunting dan keluarga prasejahtera. Bantuan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan protein harian penerima.
Namun, penanganan stunting tidak cukup mengandalkan bantuan pangan. Konsistensi pendampingan dan keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan agar pemenuhan gizi anak dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Syarwani menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka stunting. Kolaborasi kader PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
“Kalau kita mampu mengintegrasikan kekuatan pemerintah, PKK, masyarakat, dan dunia usaha, tentu upaya penurunan stunting akan memberikan dampak yang lebih besar,” katanya.
Pemkab Bulungan berharap pendampingan dari tingkat desa hingga kabupaten dapat terus diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Meski tren stunting menunjukkan penurunan, upaya pencegahan tetap perlu dijaga agar anak-anak Bulungan dapat tumbuh sehat dan optimal. (rk)




